Pages

Tuesday, April 10, 2012

6 Perkara Yang Allah Sembunyikan!

Allah SWT selesai menciptakan Jibrail as dengan bentuk yang cantik, dan Allah menciptakan pula baginya 600 sayap yang panjang , sayap itu antara timur dan barat (ada pendapat lainmenyatakan 124, 000 sayap). Setelah itu, Jibrail as memandang dirinya sendiridan berkata:
"Wahai Tuhanku, adakah engkau menciptakan makhluk yang lebih baik daripada aku?."
Lalu Allah swt berfirman yangbermaksud.. "Tidak"



Kemudian Jibrail as berdiri sertasolat dua rakaat kerana syukur kepadaAllah swt. dan tiap-tiap rakaat itu lamanya 20,000 tahun.

Setelah selesai Jibrail as solat, maka Allah SWT berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kamu telah menyembah aku dengan ibadah yang bersungguh-sungguh, dan tidak ada seorang pun yang menyembah kepadaku seperti ibadat kamu, akan tetapi di akhir zaman nanti akan datang seorang nabi yang mulia yang paling aku cintai,namanya Muhammad.'

Dia mempunyai umat yang lemah dan sentiasa berdosa,sekiranya mereka itu mengerjakan solat dua rakaat yang hanya sebentar sahaja, dan mereka dalam keadaan lupa serta serba kurang, fikiran mereka melayang bermacam-macam dan dosa mereka pun besar juga.

Maka demi kemuliaannKu dan ketinggianKu, sesungguhnya solat mereka itu aku lebih sukai dari solatmu itu. Kerana mereka mengerjakan solat atas perintahKu, sedangkan kamu mengerjakan solat bukan atas perintahKu."

Kemudian Jibrail as berkata: "YaTuhanku, apakah yang Engkau hadiahkankepada mereka sebagai imbalan ibadat mereka?"
Lalu Allah berfirman yang bermak!sud. "Ya Jibrail, akan Aku berikan syurga Ma'waa sebagai tempat tinggal..."

Kemudian Jibrail as meminta izin kepada Allah untuk melihat syurga Ma'waa. Setelah Jibrail as mendapat izin dari Allah SWT maka pergilahJibrail as dengan mengembangkan sayapnya dan terbang, setiap dia mengembangkan dua sayapnya dia boleh menempuh jarak perjalanan 3000 tahun, terbanglah malaikat jibrail as selama 300 tahun sehingga ia merasa letih dan lemah dan akhirnya dia turun singgah berteduh di bawah bayangan sebuah pohon dan dia sujud kepada Allah SWT lalu ia berkata dalam sujud:

"Ya Tuhanku apakah sudah aku menempuh jarak perjalanan setengahnya, atau sepertiganya, atau seperempatnya? "
Kemudian Allah swt berfirman yang bermaksud. "Wahai Jibrail, kalau kamu dapat terbang selama 3000 tahun dan meskipun aku memberikan kekuatan kepadamu seperti kekuatan yang engkau miliki, lalu kamu terbang seperti yang telah kamu lakukan, nescaya kamu tidak akan sampai kepada sepersepuluh.

dari beberapa perpuluhan yang telahKu berikan kepada umat Muhammad terhadap
imbalan solat dua rakaat yang mereka kerjakan.... ."
Marilah sama2 kita fikirkan dan berusaha lakukan... Sesungguhnya Allah S.W.T telah menyembunyikan enam perkara iaitu :
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan redha-Nya dalam taat.
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan murka-Nya di dalam maksiat.
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan nama-Nya yang Maha Agung di dalamAl-Quran.
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan Lailatul Qadar di dalam bulan Ramadhan.
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan solat yang paling utama di dalam solat(yang lima waktu).
  • Allah S.W.T telah menyembunyikan (tarikh terjadinya) hari kiamat didalam
    semua hari.
Semoga kita mendapat manfaat bersama daripada ilmu ini. Wallahualam

Jom Melawat Pasar Kurma Terbesar Di Arab Saudi


Kurma dan air zam-zam selalu beridentiti dengan buah tangan untuk ibadah haji. Kurma yang paling terkenal adalah kurma Madinah. Selain karena bentuknya lebih besar, daging buahnya kenyal dan kering, menambah kelazatan rasa manis kurma Madinah. Seperti namanya, kurma ini memang berasal dari Madinah, kota pengeluar kurma terbesar di Arab Saudi.



Hampir boleh dipastikan, setiap jamaah haji dari segala penjuru dunia yang bertandang ke Tanah Suci, akan menjinjing buah cokelat kehitam-hitaman ini sebagai salah satu oleh-oleh mereka.Tak sulit mendapatkan kurma Madinah. Saat berada di Madinah, pergi saja ke Pasar Kurma (Madinah Dates Market ). Letak pasar ini tepat di pusat kota, arah selatan Masjid Nabawi. Hanya berjarak sekitar setengah kilometer dari masjid para nabi, Pasar Kurma berada di kawasan bernama Qurban.




Dari Masjid Nabawi, Anda cukup berjalan ke arah Kubah Hijau dari arah Baqi. Bila wajah Anda sudah menghadap ke arah Kubah Hijau dan membelakangi Baqi, berjalanlah lurus ke depan. Tak berapa lama, Anda akan melihat Pasar Kurma di sisi sebelah kanan. Pasar ini cukup luas dengan outlet-outlet kurma berjajar. Dijamin tak kesulitan menemukan pasar ini.



Pasar Kurma Madinah yang dibangun pada 1982 oleh Pemerintah Arab Saudi, buka mulai pukul 08.00 sampai pukul 22.00 waktu setempat. Anda bisa membeli aneka kurma di sini, baik kurma murni maupun olahan. Ada puluhan jenis. Sebut saja cokelat isi kurma, kurma isi kacang, kismis, biskuit selai kurma, dan tentunya (buah) kurma Madinah yang terkenal.



Layaknya di pasar-pasar tradisional, para pedagang Pasar Kurma Madinah juga bersaing dalam urusan memberikan harga kepada para calon pembeli. Kejelian memilih aneka jajanan kurma dan kemahiran menawar harga menjadi kunci utama bertransaksi di pasar ini. Tak jarang ada cerita seorang pembeli mendapatkan kurma dengan harga lebih murah dibandingkan pembeli lainnya. Padahal, jumlah makanan dan tempat membelinya sama.



Khusus untuk kurma Madinah, setidaknya ada tiga klasifikasi yang sudah dikenal, yaitu Ajwa, Ambhar, dan Safawi. Kurma Ajwa adalah kurma yang paling diminati. Tak heran, kurma jenis inilah yang paling banyak terdapat di Pasar Kurma.


Bukan rasa ataupun bentuk yang menjadikan Kurma Ajwa diincar para pembeli, melainkan sebuah hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: ””Barang siapa di waktu pagi makan tujuh butir Kurma Ajwa, pada hari itu ia tidak akan kena racun maupun sihir.””Hadis yang terdapat dalam kumpulan Shahih Bukhari inilah yang membuat kurma berwarna agak kehitaman dan berkulit keriput tersebut menjadi incaran para jamaah.


Mengikuti teori ekonomi, Kurma Ajwa merupakan kurma dengan harga paling mahal dibandingkan kurma jenis lainnya. Menyesuaikan ukuran buah, Kurma Ajwa dibanderol dengan harga 60 riyal sampai 80 riyal untuk satu kilogramnya.


Terkait kualitas buah, di bawah Kurma Ajwa, ada jenis Kurma Ambhar. Untuk satu kilogram kurma ini, pembeli harus mengeluarkan kocek antara 35 riyal sampai 40 riyal, tergantung besar buahnya. Kalau kurma-kurma jenis lain bisa dicicipi sebelum membeli, jangan harap Anda bisa mencicipi Kurma Ajwa dan Kurma Ambhar.


Para pedagang di sana kebanyakan menyatakan haram untuk mencicipi dua jenis kurma terbaik tersebut, kecuali Anda memang benar-benar ingin membelinya. Sedangkan untuk jenis kurma lainnya, jamaah bisa membeli dengan cukup murah.


Hal yang sudah pasti, bila Anda ingin membeli kurma sebagai oleh-oleh, belilah di Madinah. Alasannya tak lain karena kurma dijual lebih murah di Madinah daripada di Makkah. Selisih harga untuk satu kilogram kurma di Madinah dengan di Makkah bisa mencapai setengah kalinya. Contoh saja untuk Kurma Ajwa ukuran kecil dengan harga sekitar 60 riyal di Madinah, maka di Makkah paling murah Anda harus mengeluarkan uang 100 riyal per kilogramnya.


Contoh lain adalah Kurma Safawi yang di Madinah hanya seharga 15 riyal per kilogram, namun di Makkah dijual dengan harga paling murah 20 riyal. ade/yus/yto

8 Fakta Jam Terbesar Di Dunia (Mekah)

jam paling terbesar di dunia



Fakta:

1) Menara jam paling tertinggi dan terbesar di dunia.

2) Mempunyai pelawat dari seluruh dunia melebihi 6 bilion setahun.

3) Kontraktor oleh Abraj Albait

4) Mempunyai 7 sambungan menara.

5) Pelaburan bernilai $ 1.6 bilion

6) Luas kawasan 1.4 juta persegi.

7) Dilengkapi dengan prasarana yang cukup.

8) peluang pekerjaan sebanyak 35,000 orang.

Watercars ( Kereta Amfibia )

Syarikat Kereta Air membina Watercar yang boleh digunakan sebagai sebuah kereta
atau bot . Kereta dilengkapi dengan enjin LS Korvet terkenal . Dengan enjin ini watercars boleh mempercepatkan 0 hingga 60 mph (0 - 100 km/h) dalam masa 4.5 second sahaja semasa memandu di atas tanah . Kereta berharga $200,000 .

watercars

amphibian car

amphibians

amphibious landing craft

beautiful car

kereta air

kereta dalam air

kereta mahal


pertandingan kereta amfibia

kereta termahal di dunia

kereta pelik

gambar kereta

gambar kereta smart

gambar kereta mahal

sport car

gambar kereta sport

koleksi kereta menarik

Kat negara kita ni entah bila la nak ada kereta macam ni kan ? :D

Maher Zain-Fogive ME Album (2012)



TRACKLIST:

1. Maher Zain - I Love You So (4:35)
2. Maher Zain - Number One For Me (4:19)
3. Maher Zain - Maulaya (4:52)
4. Maher Zain - My Little Girl featuring Aya Zain (4:33)
5. Maher Zain - Forgive Me (3:52)
6. Maher Zain - One Big Family (4:06)
7. Maher Zain - Assalamu Alayka (4:13)
8. Maher Zain - Paradise (4:06)
9. Maher Zain - Masha Allah (3:59)
10. Maher Zain - Radhitu Billahi Rabba (4:56)
11. Maher Zain - Freedom (3:42)
12. Maher Zain - So Soon (5:09)
13. Maher Zain - Muhammad (PBUH) (4:37)
14. Maher Zain - Guide Me All The Way (5:02)
15. Maher Zain - Maulaya [Arabic Version] (4:53)
16. Maher Zain - Assalamu Alayka [Arabic Version] (4:14)
17. Maher Zain - Radhitu Billahi Rabba [Arabic Version] (4:59)




::MEDIAFIRE::

Azab Dunia Untuk Isteri Curang Dan Derhaka

Akhirnya setelah dua tahun menghilang diri, Normah kembali ke rumahnya. Seperti dahulu, dia masih cantik bergaya. Lenggoknya masih gemalai, pinggang masih ramping, gincu masih merah dan mekap masih tebal. Jika berselisih, aroma pewanginya masih kuat menusuk hidung. Namun bezanya, Normah kelihatan tidak begitu ceria. Zahirnya dia begitu anggun tapi wajahnya terlukis warna yang muram dan lesu. Tutur katanya perlahan dan tidak bermaya seperti orang keresahan.


“Kenapa awak balik? Pergilah ikut jantan. Awak tak ada pun saya boleh jaga anak-anak kita ni!!” jerkah suaminya, Halim sebaik melihat Normah pulang dengan menjinjing sebuah beg besar.

Normah tidak menjawab kerana dia tahu, itu memang salahnya. Dia cuma berdiri di pintu dan menundukkan muka. Halim sebaliknya terus membelasah isterinya itu dengan kata-kata keras. Sudah lama geram itu menggelodak di hati, lalu inilah masa untuk melepaskannya.

Normah masih terpaku di muka pintu. Dikesat air mata yang bergenang. Tiada sepatah perkataan pun di balasnya kata-kata Halim itu kerana hajatnya pulang bukanlah untuk bertengkar. Hasratnya Cuma satu, untuk pulang ke pangkuan suami dan anak-anak.

Jika diikutkan hati memang hendak dihalaunya Normah, tapi disebabkan anak-anak, Halim menahan juga kemarahannya. Dibiarkan Normah masuk ke rumah yang telah lebih dua tahun ditinggalkannya itu.

Bagi Halim, kepulangan Normah tidak membawa apa-apa erti lagi dalam hidupnya. Malah ia cuma memulakan semula kekalutan yang sudah dirungkaikannya, mengeruhkan hidup yang mula jernih dan memarakkan semula api yang telah dipadamkan.

Dua tahun dahulu, Normah meninggalkan Halim dan dua anaknya, Iffa, 5, dan Aina, 2.Yang ditinggalkan hanyalah sekeping nota menyatakan yang dia ingin hidup bersama kekasihnya.

” Saya rasa kita dah tak ada persefahaman lagi. Saya mahu hidup bahagia dengannya” demikian antara lain nota yang ditinggalkannya untuk Halim.

Kesalnya dia dengan tindakan Normah tidak terkata. Halim akui sejak akhir-akhir ini Normah sudah berubah. Kalau dulu layanannya begitu baik, sekarang mula dingin. Pantang silap sedikit, mulalah naik angin. Kata-katanya pula, selalu saja diiringi sindiran. Sudahlah begitu, sering pula Normah meminta barang-barang mewah di luar kemampuan Halim. Itulah yang menghairankan Halim.

Lama-kelamaan, Halim terhidu pula berita Normah menjalin hubungan sulit dengan lelaki berada. Dia ada bertanya tentang hal itu, namun Normah lantas menafikannya. Walaupun Halim menekannya dengan cerita dan bukti-bukti, tapi Normah tetap tidak menidakkannya. Malah dituduh pula suaminya cemburu buta. Nah, sekarang terbukti sudah kebimbangannya itu. Tapi apa yang boleh dilakukan, nasi sudah menjadi bubur.

Sejak Normah meninggalkannya, hidup Halim tidak terurus. Terpaksalah dia membesarkan anaknya itu sendirian. Dialah ibu dialah bapa. Dengan gajinya sebagai penyelia kilang yang tidak seberapa dan menyewa pula di sebuah rumah di pinggir Kuala Lumpur, tentulah sukar untuk dia menguruskan hidup.

Kalau kanak-kanak lain selalu bertukar pakaian, anak-anaknya dengan baju dua tiga pasang itulah. Makan yang mewah jauh sekali, kecuali apabila dia mendapat gaji. Rutin hidupnya, awal pagi menghantar anak-anaknya ke rumah ibunya dan malam menjemput mereka pulang. Dialah yang memasak dan mengemas rumah. Kadangkala adik perempuannya turut membantu menguruskan keluarganya.

Memang hidupnya sukar, tapi Halim belum tergerak untuk berkahwin lagi. Baginya, biar susah macam mana pun, semua halangan itu akan dirempuhinya. Tambahan pula Normah masih tidak diceraikan.

Halim juga mahu membuktikan kepada Normah bahawa tanpa wnita itu, dia boleh menguruskan keluarga. Dan juga, kalau kemewahan yang menyebabkan Normah meninggalkannya, Halim ingin buktikan bahawa tanpa wang yang banyak sekalipun dia boleh hidup bahagia.

Ternyata tanpa Normah, Halim mampu membesarkan anak-anaknya seperti ibu bapa lain. Iffa dan Aina juga kian lama kian melupakan ibu mereka. Malah melihat gambar pun mereka benci. Bukan Halim yang menghasut tapi kerana Normah sendiri yang bengis terhadap anak-anak.

Kerana itulah, kepulangan Normah membangkitkan semula kemarahan Halim. Tambahan pula Halim mendapati ada sesuatu yang tidak kena dengan perut Normah. Ia membuncit seperti sedang hamil. Bagaimanapun dia tidak mahu bertanya kepada wanita itu.

“Tempat awk di sana!” kata Halim menunjukkan Normah ke arah sebuah bilik kecil. Di dalamnya ada sebuah tilam bujang yang kusam. Bertompok sana, bertompok sini. “Nak alas, cari sendiri,” kata Halim, lalu menyindir “itupun kalau awak ingat kat mana nak cari….” Normah ditinggalkan sendirian.

Malam itu, Normah tidur seorang diri dalam bilik sempit dan penuh barang-barang. Sementara Halim tidur bersama dua anaknya di bilik lain. Bila anak-anaknya pulang, Normah cuba membelai mereka tapi Iffa dan Aina segera menjauhkan diri. Dipujuk dengan bermacam-macam cara pun tidak berkesan. Terpaksalah Normah membawa diri ke dalam bilik dan menangis teresak-esak.

Begitulah keadaan mereka setiap hari. Normah menjadi orang asing di dalam rumahnya sendiri sementara Halim meneruskan hidup seperti biasa. Mereka tidur berasingan dan setiap pagi, anak-anak dihantar ke rumah ibunya tidak jauh dari situ.

Ternyata telahan Halim tepat. Dari sehari ke sehari dilihatnya perut Normah semakin membusung. Lain macam bulatnya. Setelah didesak dan dijerkah berkali-kali, Normah terpaksa mengaku dirinya berbadan dua.

“Aku dah agak. Patutlah awak balik…nak suruh aku jadi bapak pada budak tu, kan? Nak jadikan aku pak sanggup?” Halim melepaskan paku buah keras. “Bukan macam tu bang, saya…” tapi belum pun sempat Normah menghabiskan cakap, Halim memintas ” Saya apa?! Saya tak buat benda tak senonoh tu? Budak tu anak aku? Tolong sikit….bila masa aku sentuh badan kamu tu? Hah?”

Bagi menutup malu, Normah memakan makanan yang tajam, pedas dan berasid untuk menggugurkan kandungannya, tetapi gagal. Perutnya terus-menerus membesar. Gagal cara itu, dia pergi ke klinik swasta pula. Bagaimanapun doctor tidak mengizinkan kerana risikonya terlalu tinggi. Kata doktor, kandungannya sudah besar dan jika digugurkan, ia boleh mengundang maut.

Semakin hari jiwa Normah semakin tertekan. Perut kian memboyot sedangkan anak dan suami pula tidak menghiraukan kehadirannya. Dia menjadi melukut di tepi gantang dalam rumah sendiri. Suami menjauhkan diri bila hendak mengadu dan anak pula tidak menganggapnya ibu untuk mereka bermanja.

Tidak ada jalan lain, Normah meminta Halim menghantarkan dia ke rumah ibunya. Tentu saja Halim tidak membangkang. Memang itu yang dia mahukan. Namun sambutan ibu bapanya juga mengecewakan.

“Dua tahun kamu tinggalkan suami dan anak, tiba-tiba baru dua bulan balik perut kamu dah besar macam ni. Huh…memang patut pun Halim buat macam ni. Kamu derhaka pada dia!” kata bapa Normah, Haji Shafie bila mendapati anaknya itu hamil.

Dari sehari ke sehari tekanan perasaannya tambah menebal. Ia kian merundung bila tumbuh pula cacar di badannya. Dari kecil ia membesar, dan dari sebiji-sebiji ia merata memenuhi badan. Di dalam cacar itu, menguning nanah busuk dan jelik baunya. Pada waktu yang sama, Normah mengidap darah tinggi pula.

Tekanan perasaan yang melampau itu menyebabkan Normah dibawa oleh ibu bapanya berjumpa dengan pakar jiwa. Bermacam-macam ubat dan rawatan diberikan tapi ternyata begitu sukar untuk dia dipulihkan. Disebabkan badannya terlalu lemah, doktor mencadangkan supaya Normah bersalin melalui cara pembedahan apabila usia kandungannya mencecah tujuh bulan lebih sedikit.

Pada waktu yang ditetapkan, Normah dimasukkan ke wad. Seminggu sebelum dibedah, dia mula meracau-racau dan meraung. Bermacam-macam dijeritkannya tanpa hujung pangkal. Dimaki hamunnya emak dan ayah serta jururawat yang datang. Kemudian Normah menangis pula hendak balik dan melihat anak-anak.

Dalam keadaan yang kritikal itulah ayahnya, Pak Cik Shafie menelefon saya dan menceritakan keadaan anaknya itu secara ringkas. ” Pak cik tak mahu nak salahkan sesiapa. Dua-dua ada buat silap. Tapi sekarang ni pak cik minta ustaz usahakanlah ubat anak pak cik tu,” katanya. Daripada suaranya itu saya tahu dia sedang menahan sebak.

“Saya di Sarawak sekarang ni pak cik. Dua hari lagi saya balik. Tapi buat sementara ni, usahakan baca Yasin dulu. Bila saya balik nanti, saya terus ke sana,” jawab saya. Sekembalinya ke Semenanjung saya terus menziarahi Normah. Keadaannya sama seperti yang diceritakan oleh bapanya.Mengerang kesakitan, meracau, meronta-ronta, dan bercakap tidak keruan. Keadannya ketika itu memang menyedihkan kerana dalam keadaan perut memboyot dia meraung seperti hilang akal.

Namun timbul pertanyaan di fikiran saya selepas dibacakan Yasin, keadaan Normah bertambah buruk. Keadaanya ibarat mencurah minyak ke api, makin disiram makin besar maraknya. Ibu bapa dan adik beradik Normah menangis milihat keadaan dirinya.

“Pak cik mana suami dengan anak-anaknya?” saya bertanya bila melihat suami dan anak-anak Normah tidak menziarahinya.

” Itulah yang saya nak cakap pada ustaz. Saya dah pujuk, rayu dia datanglah tengok anak saya ni. Kata saya, walau besar mana pun dosa anak saya, kalau dia menderhaka sekalipun, tapi dalam keadaan macam ni bukankah elok kalau dia di ampunkan? Tapi dia tak mau. Jengah pun tidak,” kata Haji Shafie kesal.

“Dia marah lagi agaknya,” saya menyambung.

“Saya tau… kalau jadi pada kita pun kita marah. Saya bukanlah nak salahkan dia, tapi yang sudak tu sudahlah. Anak saya pun bersalah, saya mengaku,” tambah Haji Shafie.

“Kalau macam tu,” tambah saya,” bawa saya jumpa menantu pak cik tu. Insya-Allah kita sama-sama pujuk dia.”

Seperti yang dipersetujui, beberapa hari kemudian saya dibawa oleh Haji Shafie berjumpa dengan menantunya itu.

“Yang sudah tu sudahlah Lim, ampunkanlah dia. Normah tengah tenat tu,” Haji Shafie merayu.

” Dua tahun dia tinggalkan kami anak beranak. Balik-balik, mengandung…suami mana yang tak marah, ayah ?. Mana saya nak letak muka saya ni ? Dayus, pucuk layu , tak ada punai, tak tau jaga bini, macam-macam lagi orang hina saya…’ tambah Halim melepaskan segala yang terbuku di hati. Bermacam-macam lagi di rungutkan hingga tidak sanggup kami mendengarnya.

” Ayah faham perasaan kau. Ayah tau Normah yang salah, derhaka pada kau , tapi dia tengah tenat sekarang ni,” Haji Shafie merayu lagi , Halim tidak menjawab sepatah pun Nafasnya saja yang turun naik manakala muka merah padam menahan marah.

Bila keberangan nya semakin reda saya menasihatkan Halim supaya melupakan perkara yang telah berlalu itu. “Mengampunkan orang lain lebih baik daripada membalas dendam . Isteri awak menderita sekarang ini pun sebab dia sudah sedar dengan kesalahan dia, jadi eloklah awak maafkan,” kata saya.

Lalu saya ..hadis dan firman Allah berkaitan …Ternyata Halim sudah berpatah arang berkerat rotan . ” Saya tak akan jenguk dan saya tak akan ampunkan dia. Isteri durhaka ! ” katanya.

Sampailah hari Normah di bedah , Halim langsung tidak menjengukkan mukanya. Iffa dan Aina juga di larang daripada menjengah ibu mereka. Bagaimanapun , di sebabkan keadaan Normah yang tenat, makan minum tidak menentu , bayi yang di lahirkannya meninggal dunia beberapa hari kemudian. Normah pula sejak sedar daripada pembedahan semakin teruk jadinya.

Setiap hari, terutamanya tengah malam dan senja dia akan meracau. Yang mengaibkan , racauannya kini mendedahkan segala pelakuan jelik yang di lakukannya selama meninggalkan Halim dan anak-anak.

Antaranya, Normah menceritakan yang dia telah mengikut lelaki hingga ke Siam dan kemudian hidup seperti suami isteri. Selepas berpisah dengan lelaki itu, dia bersekedudukan pula dengan lelaki lain. Tidak kurang dengan tiga lelaki telah dia berzina.

“Abang..ampunkanlah saya. Saya derhaka, saya jahat, saya malukan abang…maafkanlah saya…”dia terus menangis dan meratap.

Setiap hari bermacam-macam rahsia di dedahkannya; tentang tempat-tempat maksiat yang pernah dia pergi bersama teman lelaki, kawan-kawan lain yang sama saja perangai dengannya juga kekecewaannya bila dipermainkan lelaki-lelaki terbabit.

“Abang, Iffa, Aina…marilah tengok emak . Emak tak jahat lagi,. Emak nak jadi baik. Emak nak jadi lawa, pandai, suka masak, kita pergi sungai…” ratapnya lagi bercampur dengan kata-kata yang melalut.

Tidak dapat hendak di gambarkan bagaimana malunya Haji Shafie dan isterinya setiap kali Normah menelanjangkan keburukannya sendiri. Berbagai-bagai cara mereka lakukan supaya Normah berhenti meracau seperti menutup mulut, memujuknya diam dan kadangkala turut sama bercakap supaya orang-orang di sekeliling tidak mendengar , tetapi usaha itu tidak berhasil.

Setelah hampir sebulan Normah mendedahkan kecurangannya, keadaan wanita itu bertambah parah. Tekanan darahnya menurun dan kerap tidak sedarkan diri. Badannya yang kurus makin melidi kerana Normah tidak mahu menjamah makanan. Yang di lakukan sepanjang hari hanyalah menangis dan meminta ampun kepada Halim. Setelah itu dia kembali terkulai tidak sedarkan diri.

Haji Shafie sekali lagi menemui saya.

“Ustaz pujuklah menantu saya tu. Mintalah dia datang jenguk Normah dan ampunkan lah kesalahan dia. Memang anak saya bersalah , tapi dalam keadaan sekarang, Cuma keampunan suami saja yang boleh selamatkan dia,” kata haji Shafie. Isterinya sejak tadi saya tengok tiada berhenti-henti mengesat air mata .

” Kalau begitu, mari kita pergi jumpa Halim,” kata saya.

Puas kami memujuknya . Alhamdulillah, setelah berbagai-bagai alas an di beri, akhirnya Halim bersetuju. Bagaimanapun saya lihat dia seperti terpaksa saja. Langkahnya berat dan nampak kurang ikhlas.

” Sudahlah Lim, lupakan yang lepas-lepas. Buangkan dendam, gantikan dengan kemaafan. Insya-Allah, semua pihak akan dapat keberkatanNya,” kata saya semasa Halim hendak memasuki kereta. Dia cuma tersenyum tawar.

Demi terpandang saja Halim datang menjenguk, Normah dengan suara yang amat lemah memohon maaf kepada suaminya itu.

“Sa..sa..ya der…haa..ka pada abaaaang..” katanya antara dengar dengan tidak. Sambil air mata jatuh berlinangan , dia mengangkat tangannya untuk meminta maaf, tapi terlalu sukar. Ibunya cepat-cepat membantu.

“Yalah…”jawab Halim perlahan lantas menyambut tangan Normah. Reaksinya masih tawar. Dia belum benar-benar ikhlas.

Petang itu kami bersama-sama membacakan surah Yasin dan ayat-ayat suci al-Quran untuk Normah yang kelihatan semakin teruk. Bagaimana pun bila Normah meminta ampun sekali lagi, saya lihat Halim semakin ikhlas menyambutnya. Saya tersenyum. Mungkin hatinya sudah sejuk melihat penderitaan Normah.

Lebih kurang pukul 5.00 petang saya meminta diri kerana ada urusan penting. Sebelum pulang saya berpesan; ” Lim, sekarang ni awak saja yang boleh selamatkan Normah. Dia harapkan sangat keampunan daripada awak. Selepas itu, serahkan kepada Allah. Kalau sembuh, alhamdulillah, kalau tidak biarlah dia pergi dengan aman “.

” Terima kasih ustaz,” balas Halim.

Seminggu kemudian Halim datang ke rumah saya dan memaklumkan bahawa Normah telah meninggal dunia. Bagaimanapun, dia membawa juga kisah yang menginsafkan mengenai pemergian Normah.

“Ustaz,” Halim memulakan ceritanya, “Malam tu Cuma tinggal saya dan anak-anak saja duduk di tepi Normah. Ibu dan bapa dia ke kantin untuk makan. Bila saya bacakan Yasin , saya tengok air mata arwah mengalir setitik demi setitik. Saya tau dia benar-benar insaf dengan kesalahannya dulu, curang pada saya, derhaka pada suami, tinggalkan anak-anak.”

“Sampai di ayat salamun qaulam mirrabir rahim, saya ulang tiga kali. Setelah habis, saya usap dahi arwah. Saya lakukannya dengan ikhlas sebab tidak sampai hati tengok hati dia menderita.”

” Setelah menciumnya tiga kali tiba-tiba dia nazak. Nafasnya di tarik dalam-dalam tapi nampak susah sangat. Sekejap kemudian nafasnya laju, tapi lepas itu lambat betul. Saya cemas. Dah dekat ke?”

“Tiba-tiba Aina menangis Entah apa yang di gaduhkan dengan kakaknya saya pun tak tau . Kuat betul dia menangis sampai saya tak sanggup nak dengar. Berbelah bagi juga sama ada antara anak dan isteri yang tengah sakit, tapi bila fikirkan tangisan budak itu mengganggu pesakit lain, saya terus ambil Aina dan pujuk dia. Susah pula nak pujuk dia hari tu sampai terpaksa dukung dan bawa ke luar wad.”

“Namun bila kembali ke wad, saya dapati Normah dah tidak bernafas lagi.”

“Luka memang berdarah lagi, ustaz, tapi bila dia meninggal tanpa ada sesiapapun di sebelahnya, menitis juga air mata saya. Yalah, kalau orang lain pergi dengan baik, ada orang tolong bisikan syahadah, bacakan Yasin, dia pula pergi macam tu. Agaknya itulah balasan untuk isteri yang derhaka

Perbandaran Baru Jepun Di Johor

Ahli perniagaan Jepun labur RM500j majukan Little Japan di Taman Molek 


MALAYSIA terus menjadi perhatian pelabur dan ahli perniagaan Jepun apabila kumpulan itu kini bercadang memajukan perbandaran baru yang dikenali sebagai Little Japan, konsep pertama seumpamanya di negara ini, yang membabitkan pelaburan mencecah RM500 juta di Taman Molek, Johor Bahru, Johor.

Ia bagi menempatkan warga negara Matahari Terbit itu yang berminat menyertai program Malaysia Rumah Kedua Ku (MM2H).


Global Asia Assets (M) Sdn Bhd (GAAM), perunding bangunan dan aset untuk pelabur Jepun yang menjadi peneraju kepada projek berkenaan, berhasrat menarik 2,000 golongan mewah dari negara itu untuk menetap, bekerja atau menjalankan perniagaan di sini dalam tempoh lima tahun.

Ketua Eksekutifnya, Fujimura Masanori, berkata sejak Mac tahun lalu, pihaknya berjaya menarik kira-kira 70 warga Jepun untuk menyertai program MM2H dan jumlah itu dijangka meningkat selaras dengan pelaburan membangunkan bandar Little Japan di Taman Molek. 

“Kita akan memulakan projek Little Japan di Taman Molek, yang mana warga Jepun dijangka melabur lebih RM500 juta untuk kediaman mewah, termasuk banglo dan apartmen mewah dalam tempoh beberapa tahun. 

“Little Japan yang pertama seumpamanya di negara ini juga akan dilengkapi dengan kemudahan bandar, termasuk premis perniagaan, restoran, spa, kemudahan perubatan dan rumah pesaraan bagi kemudahan warga Jepun yang mahu tinggal dan bekerja di negara ini,” katanya kepada pemberita selepas program Kejohanan Golf Amal Sempena Memperingati Mangsa Gempa Bumi dan Tsunami Jepun di Kelab Golf di Starhill Golf & Country Club, di Johor Bahru, semalam. 

Kejohanan itu disertai kira-kira 50 pemain golf, termasuk pelanggan GAAM dari Jepun dan semua kutipan daripada acara berkenaan akan didermakan kepada Persatuan Palang Merah Jepun untuk diagihkan kepada mangsa gempa bumi dan tsunami di negara terbabit. 

Masanori berkata, setakat ini seramai 365 pelabur Jepun sudah menyatakan komitmen untuk pelaburan lebih RM400 juta untuk pembelian pelbagai rumah kediaman di kawasan itu, sekali gus menunjukkan kesediaan mereka menyertai program MM2H. 

“Mengikut pelan, kita mahu Little Japan dilengkapi semua kemudahan yang diperlukan warga Jepun itu termasuk menerapkan nilai budaya, agama, masakan dan gaya hidup bagi menarik minat untuk mereka terus tinggal secara tetap di sini,” katanya.

Masnori berkata, kedudukan bandar raya itu yang hampir dengan Singapura, selain kemudahan infrastruktur yang lengkap, kos taraf hidup yang rendah, cuaca, komitmen kerajaan untuk meningkatkan tahap keselamatan dan keamanan menjadikannya sebagai kawasan yang idea dijadikan sebagai rumah kedua. - Berita Harian

Malaysia Ke-4 Dunia Bagi Pesara Asing Menetap


KUALA LUMPUR – Malaysia berada pada kedudukan keempat di dunia bagi golongan pesara warga asing, menetap dan menikmati ‘masa-masa ‘keemasan’ berikutan kos hidup yang rendah di negara ini.

Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Tan Sri Dr. Koh Tsu Koon berkata, pencapaian Malaysia itu adalah berdasarkan kepada laporan International Living Magazine dalam Indeks Persaraan 2012, yang dikeluarkannya baru-baru ini.

Selain itu, beliau berkata, golongan pesara itu juga gemar datang ke Malaysia kerana faktor cuaca yang panas serta masyarakat negara ini yang peramah.
sumber

Fakta pembentukan hujan dalam al-Quran

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira” (Al Qur’an, 30:48)
Perhatikan isyarat  yang Allah berikan melalui satu ayat………… betul betul satu ayat diatas yang menjelaskan proses terjadinya hujan, jauh sebelum kita mengenal ilmu pengetahuan moden.

“Dialah Allah Yang mengirimkan angin…”
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihandi lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air menuju ke langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfera. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan wap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut “perangkap air”.

“…lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal…”
Awan-awan terbentuk dari wap air yang menjadi embun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Kerana air hujan sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

“…lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya…”
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu  membeku dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Maha Besar dan Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya, semua tahap pembentukan hujan betul betul telah diceritakan dengan berurutan dan secara jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling dahulu mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang jauh ribuan tahun sebelum ditemui ilmu pengetahuan moden.

Hujan Meteor Lyrid Landa Malaysia 21 Dan 22 April Ini


Penduduk Malaysia dan seluruh dunia akan berpeluang melihat keindahan Hujan Meteor Lyrid yang dijangka menghiasi langit pada 21 dan 22 April ini. Ketiadaan bulan pada waktu malam akan memberikan kepuasan kepada korang untuk menyaksikan hujan meteor itu dengan lebih jelas.

Menurut pakar, waktu yang sesuai untuk korang menyaksikan keindahan hujan meteor ini adalah antara tengah malam dan fajar waktu tempatan. Ini disebabkan bulan baru saja muncul kembali, ini menjadikan kilasan terang Lyrid tidak akan ditenggelami oleh kilauan jiran terdekat Bumi.

Pegawai NASA menganggarkan kadar hujan meteor adalah sebanyak 15 kali dalam sejam dan ia mungkin akan jadi lebih tinggi atau lebih rendah daripada anggaran tersebut. Ini kerana Lyrid agak sukar diramal namun kadar-kadar maksimumnya adalah dari 10 hingga 100 meteor sejam.


Hujan meteor ini dinamakan Lyrid kerana ia dikatakan berasal dari buruj Lyra (The Lyre) yang boleh dilihat di langit pada waktu malam semasa pertengahan April selama sekurang-kurangnya 2,500 tahun.

Bagi yang tidak berpeluang melihat hujan meteor ini pada malam tersebut disebabkan langit mendung atau berawan , korang bolehlah sertai program sembang (chat) bersama para pakar dan menonton video “live streaming” secara langsung yang disediakan oleh NASA bermula dari jam 11 p.m. hingga 5 a.m.

Untuk menyertai Program sembang dan video “streaming” anda boleh ke laman diatas:
sumber

Tujuh Tingkatan Nafsu: Di Mana Kita?



Mari kita belajar tentang nafsu. Jika tidak belajar tidak mungkin kita tahu. Jika kita tidak kenal nafsu, bagaimana kiita dapat menghadapinya. Mana mungkin hendak didik nafsu jika nafsu yang hendak dididik itu tidak dikenali. Bukan oleh main agak-agak saja, habis kena tipu nanti oleh nafsu yang jahat dan pandai menipu.


 بَلۡ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ مَكۡرُهُمۡ وَصُدُّواْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ‌ۗ وَمَن يُضۡلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُ ۥ مِنۡ هَادٍ۬

"Bahkan sebenarnya telah diperhiaskan oleh Iblis bagi orang-orang yang kafir itu akan kekufuran dan tipu daya mereka (terhadap Islam), dan mereka pula disekat oleh hawa nafsu mereka daripada menurut jalan yang benar. Dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan oleh Allah (dengan pilihannya yang salah) maka tidak ada sesiapapun yang dapat memberi hidayah petunjuk kepadanya." (Ar-Ra'd 13:33)

Nafsu Ammarah

Nafsu yang mesti dikalahkan ialah nafsu Ammarah, iaitu nafsu yang sangat jahat. Nafsu inilah yang mendorong manusia kepada kejahatan. Jika boleh berbuat maksiat, baru terasa puas. Bahkan berlumba-lumba, siapa yang paling banyak buat maksiat.

Allah SWT perkenalkan sifat nafsu ammarah itu kepada kita:

إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ

“Sesungguhnya hawa nafsu sangat mengajak kepada kejahatan.” (Yusuf: 12:53)

Orang yang berada di peringkat nafsu Ammarah tak peduli dengan Akhirat. Mudah kecewa dan tidak tahan bila diuji. Allah panjangkan umur mereka, agar puas dengan maksiat, bila mati akan lemparkan oleh Allah ke dalam api Neraka. Orang yang mempunyai nafsu Ammarah adalah nafsu ahli Neraka. Ada juga yang mencuba berpura-pura baik, agar mudah dengan kejahatan dan mencari keuntungan diri.

Dalam ayat 53 Surah Yusuf, ia berkaitan dengan peristiwa Nabi Yusuf dan Zulaikha, isteri perdana menteri Mesir. Pengajaran kisah itu, barangsiapa yang memiliki nafsu ammarah, dia tidak dapat tahan lagi untuk menjaga kehormatan dirinya, walaupun dia orang terkenal, akan jatuh ke lembah kehinaanlah orang yang menurutkan nafsu ammarah.

Orang yang memiliki nafsu ammarah, tidak mampu lagi untuk menjaga diri supaya tidak terjerumus ke dalam maksiat. Mengapa kita lihat orang yang tidak disangka-sangka tiba-tiba minum arak, punya simpanan perempuan, membunuh, rasuah dan sebagainya. Ini adalah akibat menuruti nafsu ammarah yang ada dalam diri.

Nafsu Lawwamah

Apabila nafsu Ammarah itu dapat dikalahkan, ia akan berubah kepada satu tahap yang bernama Lawwamah. Orang yang di peringkat ini sudah ada bunga kesedaran, keinsafan, dia sedar kejahatan itu berdosa dan kebaikan itu pahala, dia ingin berbuat baik, tetapi tidak tahan lama, waktu jatuh dalam kejahatan dia resah tak tentu arah, walaupun dia puas dengan kejahatan tapi hati menderita dengan kejahatan. Rasa berat untuk keluar dari kejahatan. Ini peringkat orang yang baru dapat hidayah, baru insaf. Nafsu ammarah telah dapat diatasi.

Inilah keadaan nafsu Lawwamah. Allah SWT berfirman:

وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ

Dan Aku bersumpah dengan "Nafsul Lawwaamah" (Bahawa kamu akan dibangkitkan sesudah mati)! (Al-Qiaamah 75:2

Ketika ini timbul perebutan antara nafsu dan akal. Nafsu mengajak kepada kejahatan, akal mengajak kepada kebaikan. Orang yang memiliki nafsu lawwamah belum dapat membuat keputusan untuk berbuat baik. Ia seperti daun lalang, ikut ke mana arah angin bertiup. Tidak ada kekuatan untuk meninggalkan maksiat, dia boleh melakukan kejahatan lagi sesudah ia berbuat baik. Kadang-kadang ke tempat ibadah, kadang-kadang ke tempat maksiat, hatinya selalu merintih kepada Allah bila tidak dapat melawan nafsu untuk membuat maksiat. Atau tidak dapat istiqomah dalam berbuat kebaikan.

Nafsu Lawwamah inilah yang perlu dididik atau ditarbiyah. Peringkat ini perlu teruskan mujahadah, lawan nafsu. Tolak kehendak-kehendak yang jahat, yang disukai nafsu walaupun jiwa rasa menderita. Memanglah sakit, maklumlah melawan nafsu sama seperti melawan diri sendiri.

Nafsu Lawwamah ini diatasi dengan menambah ilmu, khususnya ilmu fardhu ain. Dengan ilmu itu dapat menyuluh mana halal, mana yang haram, mana yang berpahala, mana yang berdosa. Mana jalan ke Syurga, mana jalan ke neraka.

Bila sudah ada ilmu, sudah mula beramal sedikit-sedikit, nafsu mula terdidik, jadi baik sedikit dari sebelumnya. Nafsu yang agak baik ini dinamakan nafsu Mulhamah.

Nafsu Mulhamah

Dalam Al Quran, Allah ceritakan hal nafsu Mulhamah,

فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَا

"Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, jalan kejahatan dan ketaqwaan" (Asy-Syams : 8)

Di peringkat ini rupanya baru nampak jalan untuk menuju Allah. Allah tunjukkan jalan. Ini cara Allah hendak jadikan seseorang itu baik.

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُ ۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُ ۥ لِلۡإِسۡلَـٰمِ‌ۖ

"Maka sesiapa yang Allah kehendaki untuk memberi hidayah petunjuk kepadanya nescaya Ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam." (Al-An'aam 6:125)

Bagaimana rasa hati orang yang memiliki nafsu Mulhamah ini? Iaitu apabila hendak berbuat amal kebajikan terasa berat. Dalam keadaan bermujahadah dia berbuat kebaikan-kebaikan kerana sudah mulai takut kemurkaan Allah dan Neraka. Bila berhadapan dengan kemaksiatan, hatinya masih rindu dengan maksiat, tetapi hatinya dapat melawan dengan mengenangkan nikmat di Syurga. Kerana itu perlu belajar tentang syurga dan neraka, ia dapat membantu orang yang bernafsu Mulhamah ini bermujahadah.

Dalam hatinya masih banyak sifat-sifat mazmumah, sifat keji. Dia sudah dapat mengenali penyakit yang ada dalam dirinya. Dia tahu dirinya ada sombong, ada riyak, ada pemarah, ada dendam, ada hasad dengki. cuma tidak mampu lawan. Belum cukup kekutan. Dalam pada itu dia mencuba beribadah dengan sabar.

Bagaimana rasa sabar itu? Sabar itu menahan rasa tidak setuju dalam hati, melahirkan rasa setuju. Contoh, nafsu tidak suka bangun awal untuk solat subuh, tetapi cuba juga bangun, walaupun jiwa rasa menderita, tapi bangun juga untuk solat subuh. Zahirkan rasa setuju bangun solat subuh walau nafsu tak suka. Peringkat orang yang bernafsu mulhamah, bila kena puji pasti dah rasa puas dan seronok, maknanya belum lagi ikhlas. Kalau beribadah, belum boleh khusyuk lagi. Oleh itu, jika mahu beribadah dengan khusyuk, tidak boleh tidak perlulah diatasi nafsu lawwamah ini.

Bagaimana hendak melawan penyakit hati yang ada dalam orang yang berada di peringkat nafsu mulhamah ini? Oleh kerana ia didorong oleh nafsu dan syaitan, kenalah amalkan zikir-zikir dan wirid-wirid tertentu, sebab syaitan dan nafsu hanya takut pada tuannya saja iaitu Allah SWT. Bila kita sentiasa berwirid dan berzikir, baru dapat merasai Allah sentiasa melihat kita. Boleh juga banyakkan membaca Al Quran.

Bila penyakit-penyakit hati, segala sifat mazmumah yang terkeji itu sudah tiada lagi, barulah Allah datangkan satu rasa kemanisan dalam hatinya dalam beribadah juga berbuat baik, dan akan timbul rasa benci dengan kejahatan. Itu petanda dia telah meningkat ke taraf nafsu yang lebih baik lagi iaitu nafsu Muthmainnah, atau nafsu yang tenang.

Nafsu Muthmainnah

Orang yang memiliki nafsu muthmainnah, Allah ceritakan sifatnya dalam Al Qur'an:

يَـٰٓأَيَّتُہَا ٱلنَّفۡسُ ٱلۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ , ٱرۡجِعِىٓ إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً۬ مَّرۡضِيَّةً۬ , فَٱدۡخُلِى فِى عِبَـٰدِى , وَٱدۡخُلِى جَنَّتِى 

"Wahai jiwa yang tenang (muthmainnah), kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang redha (kepada Allah) dan diredhai (oleh Allah), maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syurga-Ku." [Al Fajr : 27-30]

Hamba Allah yang sebenarnya ialah mereka yang telah sampai kepada nafsu Muthmainnah. Allah iktiraf mereka sebagai hambaNya. Sebelum itupun hamba juga. Cuma hamba yang menyembah Allah kerana dipaksa, bukan atas dasar keredhaan. Hamba Allah yang sebenar, mereka redha dengan Allah, dan Allah juga redha kepada mereka, kerana itulah mereka ini dijemput Allah untuk masuk ke syurga. Nafsu Muthmainnah inilah nafsu ahli syurga.

Mari kita kenali, bagaimana sifat orang-orang yang mencapai nafsu Muthmainnah ini? Iaitu bila dia buat amal kebajikan rasa sejuk hatinya, tenang dan puas. Selalu rasa rindu nak buat kebajikan, mereka senantiasa menunggu waktu untuk beribadah kepada Allah. Kerana itu mereka sanggup bangun awal di tengah malam, ternanti-nanti waktu Subuh. Ternanti-nanti saat pertemuan dengan Allah. Sementara menanti itu mereka isi waktu itu dengan zikir dan solat sunat dengan rela, sungguh rela, bukan terpaksa.

Hati mereka senantiasa rindu dengan Allah, bila dia baca ayat Allah yang ada kaitannya dengan neraka, dia rasa takut, cemas, hingga ada yang pengsan, kadang-kadang ada yang mati. Mereka takut dengan dosa, seolah-olah gunung akan menimpa kepalanya. Bila berkorban di jalan Allah berhabis-habisan, baru rasa puas hatinya. Senantiasa rasa cemas dengan maksiat dan cuba cegah habis-habisan.

Mereka yang mencapai Muthmainnah ini, ia akan bersabar dengan ujian dari Allah kepada dirinya. Doanya mustajab, Allah cepat kabulkan, rezekinya terjamin, dijamin oleh Allah. Bila selalu diuji dia sabar, akhirnya ia sudah boleh redha dengan ujian. Hasil dari kesabaran dan keredhaan dalam hatinya, maka ia akan meningkat kepada nafsu yang kelima iaitu nafsu Rodhiah.

Kalau boleh sampai ke tahap Muthmainnah inipun sudah cukup, sudah dikira dalam golongan bertaqwa. Sudah Allah sahkan sebagai hambaNya yang dijemput ke syurga, apatah lagi jika dapat mencapai tahap nafsu yang lebih baik, iaitu nafsu Rodhiah.

Setakat ilmunya bolehlah cerita, untuk mencapainya kenalah minta tolong dengan Allah saja, moga disampaikan ketahap itu. Kerana ini peringkat nafsu yang dimiliki para wali-wali Allah, orang yang sangat hampir dengan Allah.

Nafsu Rodhiah

Pernahkah dengar, ada orang yang kematian anak , mengucap syukur kepada Allah, berkata Alhamdulillah. Pernahkah kita dengar ada orang yang tidak terpilih ke medan perang, menangis dan bersedih?

Biasanya jika orang kematian anak, pastilah menangis. Begitu juga kalau tidak terpilih ke medan perang, patutnya gembira, kerana masih boleh tinggal bersenang lenang dengan keluarga.

Tetapi, itulah sifat orang yang telah mencapai tahap nafsu Rodhiah. Mereka redha terhadap apa yang Tuhan redha, terhadap apa yang berlaku dalam hidup mereka.

Pernah terjadi dalam sejarah, seorang ibu bila orang membawa berita tentang anaknya yang gugur di medan jihad, dia rasa gembira, kerana Allah telah pilih anak-anaknya menjadi ahli syurga. Anak yang syahid itu boleh memberi syafaat kepadanya di akhirat nanti. Begitu jauh pandangan mereka tentang akhirat, kerana itu mereka boleh redha dengan ketentuan Allah SWT.

Di segi amalan, walau sekecil-kecil tentang larangan, ia akan tinggalkan sungguh-sungguh, bagi dia apa yang makruh, dia anggap macam haram, yang sunat dia anggap macam wajib. Kalau tidak buat yang sunat seolah-olah rasa berdosa.

Mereka, dalam beribadah kepada Allah, khususnya Al Quran, bukan sekadar sedap membaca, bahkan sedap beramal. Sudah terasa lazat dalam beribadah. Akhlak mereka terpuji di sisi Allah. 

Mereka mampu memberi maaf ketika berkuasa. Satu peristiwa, sahabat Rasulullah yang memiliki hamba, suatu hari hambanya membawa dulang yang berisi daging kambing, tiba-tiba pisau yang terletak di atas dulang terjatuh di kepala anaknya yang sedang merangkak dan terus mati. Dalam keadaan demikian hamba tadi merasa takut, maka kata sahabat tadi, "Bertenanglah kamu, anak itu Allah punya, Allah ambil balik, maka pada hari ini aku memerdekakan kamu"

Tiada siapa yang boleh berbuat demikian kecuali mereka yang memiliki nafsu Rodhiah. Mereka akan rasa menderita bila sahabat terjerumus kepada dosa. Mereka akan doakan khusus untuk sahabatnya di malam hari agar terselamat dari maksiat.

Mereka juga banyak mendapat pertolongan dari Allah, di antaranya firasat yang Allah berikan, mereka mudah kenal dengan orang yang berbuat maksiat atau tidak. Mereka mudah untuk memimpin masyarakat, sebab dia kenal sifat-sifat hati. Orang yang dia didik nasihat-nasihatnya tepat. Mereka ini, jika dihalau dari masyarakat oleh pemerintah, tunggulah bala Allah akan turun. Banyak lahir karamah-karamah dari mereka, mulutnya masin apa yang disebut insya Allah akan terjadi.

Memang amat payah kita mencapai tahap mereka itu, tetapi kita tetap disuruh berusaha ke arah itu, kerana itulah hakikat ajaran Islam yang sebenar. Mintalah kepada Allah.

Nafsu Mardhiah

Jika nafsu Mardhiah, sudah tentu lebih hebat lagi. Orang yang berada di peringkat nafsu ini ialah apa saja yang mereka lakukan mendapat keredhaan Allah. Allah redha dengan apa saja yang mereka buat. Mereka inilah yang disebut dalam Hadis Qudsi: “Mereka melihat dengan pandangan Allah, mendengar dengan pendengaran Allah, berkata-kata dengan kata-kata Allah.” Kata-kata mereka masin, sebab itu mereka cukup menjaga tutur kata. Kalaulah mereka mengatakan celaka, maka celakalah. Kerana kata-kata mereka, kata-kata yang diredhai Tuhan. Mereka memandang besar apa saja yang Allah lakukan.

Nafsu Kamilah

Yang akhir sekali, tak boleh nak cerita banyak-banyak, sebab belum tercapai lagi tahap ini, nafsu Kamilah. nafsu yang paling sempurna di sisi Allah. Amat dikasihi oleh Allah. Manusia biasa tidak mampu sampai ke maqam ini. Kamilah hanya darjat untuk para rasul dan para nabi. Manusia biasa hanya sekadar peringkat keenam saja iaitu mardhiah. Ini sudah bertaraf wali besar.

Itulah 7 peringkat nafsu manusia. Jadi orang yang hendak mendidik manusia mesti faham peringkat-peringkat nafsu ini. Kemudian perlu faham bagaimana pula hendak mendidik setiap peringkat-peringkat nafsu tersebut supaya manusia menjadi manusia yang benar-benar hamba Allah.


Hari ini nafsu sudah tidak diperangi dan tidak dianggap musuh yang wajib diperangi. Sebab itu, tanyalah ulama mana sekalipun, tidak ada seorang pun yang memasukkan pendidikan nafsu dalam sukatan pelajaran. Yang banyak diceritakan suruh kawal nafsu. Di bulan Ramadhan disuruh kawal nafsu makan agar jangan berlebihan, atau kawal nafsu seks di siang hari, takut terlajak. Itu sahaja yang dicerita dalam tazkirah-tazkirah Ramadhan. Jarang kita dengar alim ulama cerita, nafsulah yang membawa masalah dalam kehidupan seharian.

Mungkin kita tertanya-tanya, mengapa nafsu sahaja yang saya ceritakan? Bagaimana Syaitan? Kedua-duanya, nafsu dan syaitan Allah tetapkan sebagai jahat dan musuh, tetapi dalam nisbah 1:3. 1 untuk syaitan, 3 untuk nafsu. Maknanya kejahatan nafsu 3 kali lebih dari syaitan. Sebab itu di bulan Ramadhan yang syaitan dibelenggu, tetap banyak kes-kes maksiat dan jenayah.

Nafsu adalah musuh dalam diri. Bahkan ia sebahagian daripada diri manusia. Ia adalah jismul latif (jisim yang tidak dapat dilihat). Ia sebahagian daripada badan tetapi ia perlu dibuang. Jika tidak dibuang ia musuh, hendak dibuang ia sebahagian daripada diri. Oleh kerana itu sangat sulit untuk melawan hawa nafsu. Nafsu adalah jalan atau highway bagi syaitan. Ini diterangkan oleh hadis Rasulullah ﷺ yang maksudnya :

"Sesungguhnya syaitan itu bergerak mengikuti aliran darah, maka persempitkan jalan syaitan melalui lapar dan dahaga"

Ini menunjukkan syaitan dapat dilawan dengan melawan hawa nafsu secara mengurangi makan atau berpuasa. Jika nafsu tidak terdidik, jalan syaitan adalah besar. Syaitan dapat lorong (peluang) yang amat luas untuk merosak manusia jika nafsu tidak terdidik.

Menghalau atau mengalahkan syaitan tidak dapat ditiup atau dijampi-jampi. Tetapi didiklah hawa nafsu, nescaya syaitan akan sukar untuk mempengaruhi diri. Jika nafsu terdidik, jalan syaitan akan terputus.

Yang boleh dijampi dengan ayat-ayat Quran ini ialah bila syaitan merosak jasad lahir manusia. Jika ini terjadi, syaitan boleh dilawan dengan ayat Kursi, surah An Naas atau lain-lain. Memang ada nas yang menyatakan demikian.

Tetapi jika syaitan merosak hati, jampi-jampi itu tidak dapat digunakan lagi tetapi hendaknya didiklah hawa nafsu. Sedangkan bila hati rosak, rosaklah seluruh anggota badan. Oleh kerana itu, pada syaitan tidak usah ambil pusing sangat tetapi didiklah nafsu, bermujahadahlah. Jika nafsu tidak terdidik maka mudahlah jalan syaitan mempengaruhi kita. Oleh kerana itu perangilah nafsu nescaya secara otomatik akan terhindarlah dari syaitan.